Lintang Bintang Srengenge

Catatan di blogger

Name:
Location: Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Wednesday, December 01, 2004

Alternatif protein hewani : daging kelinci

Daging kelinci adalah alternatif protein hewani yang sangat mungkin dikonsumsi oleh bangsa Indonesia.

Jika daging kelinci menjadi umum dikonsumsi oleh bangsa Indonesia, maka budidaya kelinci akan menjadi solusi bagi petani Indonesia sebagai lapangan pekerjaan baru, dan menjadi solusi dari monopoli sediaan daging ayam di Indonesia.

Monopoli jalur sediaan daging di Indonesia disebabkan karena telur dan pakan dikuasai oleh satu perusahaan, yang membuat perjanjian dengan petani pembesar ayam ras/pedaging untuk menjual hasil pembesarannya kepada perusahaan yang telah ditentukan. Apabila jalur penjualan tidak mengikuti ketentuan, maka petani tidak akan mendapatkan suplai bibit dan makanan lagi, alhasil petani tidak akan memiliki sumber penghasilan, modal yang telah dikeluarkan akan menjadi sia-sia.

Sebenarnya monopoli jalur distribusi ini dapat diminimalkan, apabila banyak perusahaan di Indonesia yang dapat menyediakan bibit dan pakan ayam alternatif, sehingga dapat terjadi kompetisi yang sehat, petani tidak perlu tergantung pada satu suplier bibit dan pakan.

Akibat dari adanya monopoli ini, maka harga ayam hasil pembesaran tidak dapat disesuaikan dengan demand (harga pasar), karena ditentukan oleh suplier, harga juga terkadang menjadi tidak memnetu dengan biaya produksi yang tinggi akibat harga pakan yang tinggi, sedangkan harga ayam masih tetap bahkan turun dengan alasan demand yang kurang atau supali di pasar sudah melewati batas.

Akan tetapi budidaya kelinci masih belum begitu dikuasai oleh petani Indonesia, bagaimana mendapatkan produk akhir yang siap jual ke pasar dengan kuantitas dan berat kelinci yang dapat diprediksi seperti halnya ayam pedaging.

Tetapi justru hal ini harus menjadi tantangan bagi ilmuwan Indonesia untuk dapat membantu bangsa Indonesia, khususnya petani untuk dapat membudidayakan dengan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat sesuai dengan usaha yang dilakukannya, seperti halnya beternak ayam pedaging dengan kondisi normal.

Salah satu alternatif lain adalah marmut sebagai sumber protein hewani, ternyata di Peru sebagai negara asal marmut, mengkonsumsi 60juta marmut per tahun.

Mari kita galakkan makan kelinci dan membudidayakannya!