Lintang Bintang Srengenge

Catatan di blogger

Name:
Location: Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Wednesday, April 14, 2004

Tahun Prihatin

Saya menyebutnya tahun prihatin, sebagai satu tahun yang diusulkan agar semua orang dalam negara ini prihatin. Semua orang prihatin, semuanya berpikir dan berusaha agar negara Indonesia yang didiaminya menjadi terangkat dari keterpurukan sosial dan ekonomi.

Tidak bisa dipungkiri, hampir semua lapisan masyarakat kita, telah terkena dalam lingkaran suap menyuap, secara langsung atau pun tidak langsung juga terlibat dalam korupsi.

Di jalan, setiap orang memberi tips kepada 'Pak Ogah', cepek dulu, agar bisa didahulukan. "Pak Ogah' telah mengkorupsi waktu dan tempat orang yang seharusnya memiliki kesempatan untuk didahulukan.

Di tingkat pemerintahan, yang mengelola bagaimana uang rakyat, digunakan untuk kepentingan rakyat, menjadi uang yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Banyak proyek untuk kepentingan rakyat dipangkas, baik oleh pejabat atau pun pelaksana proyek. Pelaksana proyek menggunakan prinsip ekonomi, dengan pengorbanan yang sesedikit mungkin, mendapatkan hasil (untung) yang sebesar mungkin. Akibatnya cukup menyuap pejabat negara, agar pekerjaan yang dihasilkan, seburuk apapun menjadi sebaik apapun, untuk diterima dan dianggap telah sukses dilaksanakan.

Yang penting adalah dokumen laporannya beres.

Bagaimana jika sikap ini diubah satu tahun saja. Semua orang prihatin, agar semuanya dapat mendapatkan dan merasakan hasil yang optimal dari pengelolaan dana yang diperoleh dari rakyat, dan seharusnya untuk kepentingan rakyat tersebut.

Dengan prihatin, pejabat pemerintah tidak mengambil pungutan, dan pelaksana pekerjaan mengambil keuntungan sesuai kebutuhan hidupnya sehari-hari saja.

Betapa... kita akan berbahagia, sehingga kita dalam satu tahun bisa juga menutupi utang negara, yang notabene utang per orangan yang dibebankan kepada negara. Kita sebagai rakyat dibodohi, saja seolah-olah rakyat yang memang berutang?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home